Hingga hari ke-20 jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, tercatat masih ada empat nama korban yang belum teridentifikasi. Tim DVI Polri sendiri hingga saat ini masih berusaha mengidentifikasi keempat korban tersebut.



Kepala Rumah Sakit RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Asep Hendradiana mengatakan ada perubahan posisi anggota yang melakukan proses identifikasi. Full tim DVI mulai besok tidak akan bekerja seperti biasanya.

"Dengan ini disampaikan bahwa operasi DVI full tim mulai besok akan dialihkan," kata Brigjen Asep dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (29/1/2021)

Brigjen Asep menyebut tim identifikasi akan difokuskan pada tiga tim. Tiga tim itu akan fokus melakukan identifikasi mulai besok.

"Besok akan dialihkan menjadi operasi yang melibatkan tim postmortem, tim DNA expert, dan tim rekonsiliasi saja," beber Asep.'

Lebih jauh Asep mengatakan pihaknya akan terus melakukan identifikasi terhadap sisa jasad korban yang belum teridentifikasi. Polisi akan berusaha hingga didapat hasil yang maksimal.

"kegiatan ini akan tetap dilaksanakan sampai dapat dilakukan analisa maksimal terhadap data yang diperoleh," kata Asep.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak sempat hilang kontak di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu, 9 Januari 2020. Kabar hilang kontak pesawat itu pun disusul dengan kepastian jika pesawat itu jatuh di dekat Pulau Laki.

Total, pesawat tersebut mengangkut 62 orang diantaranya 12 kru pesawat dan 50 penumpang. 50 penumpang itu terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi.

Dari data terbaru, tim DVI Polri sendiri sudah berhasil mengidentifikasi 58 jasad korban. Sejumlah jasad diantaranya sudah dipulangkan kepada pihak keluarga korban.

Sumber: www.indozone.id