Harry Purwanto (50 tahun), pelaku pembunuhan sadis seorang wanita di sebuah rumah kosong di Jalan Belitung Darat, Gang Keluarga RT7/RW1, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Banjarmasin, membeberkan pengakuan baru kepada pihak kepolisian.

Kepada polisi Harry mengaku, saat itu Selasa malam (1/6/2021), sebelum menggorok leher Rahmah (33 tahun) hingga kepalanya terpisah dari badan, ia sempat dimintai uang tambahan sebesar Rp500 ribu sebanyak tiga kali oleh korban.

Uang tambahan Rp200 ribu pertama diminta Rahmah saat mereka berada di ranjang sebuah losmen yang mereka sewa sebelum mereka berhubungan badan. Padahal, menurut pengakuan Harry, sebelumnya mereka sudah sepakat berkencan dengan tarif Rp300 ribu.

Permintaan uang tambahan itu disanggupi oleh Harry yang saat itu tengah di puncak birahi.

Sesudah itu, saat Harry meminta ronde kedua, Rahmah kembali meminta uang tambahan Rp500 ribu dan lagi-lagi disanggupi oleh Harry.

Setelah berhubungan badan dua kali, Harry kemudian mengaku dirinya diajak oleh Rahmah untuk menemaninya berbelanja kebutuhan bayi berupa popok dan susu ke minimarket.

Selepas belanja, Harry yang saat itu tidak membawa kendaraan, meminta tolong kepada Rahmah untuk diantarkan pulang karena uangnya habis.

Masih menurut pengakuan Harry, Rahmah lagi-lagi meminta uang tambahan Rp500 ribu jika Harry ingin diantarkan pulang.

Harry mengiyakan permintaan itu dengan mengatakan bahwa uangnya ada di rumah. Ia kemudian memboncengkan Rahmah dengan sepeda motor milik Rahmah.

Namun, bukannya pulang ke rumahnya, Harry membawa Rahmah ke sebuah rumah kosong tempat ia menghabisi nyawa PSK tersebut.

Kepada Rahmah, Harry mengaku bahwa rumah itu rumahnya dan uangnya ada di rumah itu.

Saat sudah berada di rumah tersebut, Harry dengan cekatan menggorok leher Rahmah dari belakang hingga kepala Rahmah terputus dari badan.

Selanjutnya, untuk menghilangkan jejak perbuatannya, Harry menelanjangi jasad Rahmah lalu membakarnya. Sedangkan kepala Rahmah dilempar dan jatuh 10 meter dari badannya.

Gegerkan Warga

Keesokan paginya, Rabu pagi (3/6/2021), jasad Rahmah yang sudah hangus terbakar tanpa kepala ditemukan warga setempat. Warga pun geger dan ketakutan mendapati mayat dengan kondisi mengenaskan seperti itu.

Barulah siang harinya, Harry ditangkap oleh polisi di sebuah bengkel di Jalan Simpang Nusa Indah RT03/RW03, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut.

Suami Rahmah, Yogi (23 tahun), terkejut mendapat kabar bahwa istrinya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Terakhir sebelum ditemukan tewas, Yogi bilang Rahmah pamit padanya dan mengatakan hendak membeli susu anak mereka.

"Katanya beli susu. Tapi saya tunggu sampai malam gak pulang-pulang. Paginya juga belum pulang. Lalu saya dengar dari sepupu saya bahwa istri saya meninggal," kata Yogi, seraya berharap polisi menghukum pelaku seberat-beratnya.

Sumber : indozone.id