Baca-Berita.com - TNI AU mengakui bahwa aksi anggotanya yang menginjak kepala warga Merauke saat melarai keributan adalah hal yang berlebihan. Meski niatnya baik karena ingin melerai keributan, namun perbuatan tersebut tidak dibenarkan oleh institusi.

Hal tersebut disampaikan oleh TNI AU melalui akun Twitter resminya saat merespon pernyataan netizen soal Merauke dan Papua yang sering terjadi keributan disebabkan oleh miras. Menurut netizen tersebut, kasus itu tak sepenuhnya salah TNI.

"Terima kasih, anggota tersebut memang berniat melerai keributan di TKP, namun yang disayangkan adalah caranya yang berlebihan. Hal ini tidak dibenarkan oleh institusi, proses hukum tetap kami lanjutkan ssi aturan," demikian pernyataan TNI AU.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, proses hukum akan tetap- berjalan. Pihak TNI AU kemudian mengatakan bahwa mereka tidak akan mentolerir pernyataan anggotanya yang menyalahi aturan.

"Percayalah, institusi TNI AU tidak akan mentolerir perbuatan anggotanya yang menyalahi aturan. Proses hukum terhadap pelaku terus berjalan, seperti halnya proses hukum pada kasus-kasus lainnya," lanjut TNI AU.

Seperti diketahui, dalam video yang viral, penginjakan kepala itu bermula dari perselisihan antara pria Papua tunawicara (bisu-tuli) dengan seseorang di sebuah warung. Saat itu, pria Papua itu diduga mabuk. Ia terlihat marah terhadap seseorang dan ia membuka bajunya. Seorang pria bertopi mencoba menenangkannya.

Kemudian, datang dua oknum TNI AU masih muda, dan langsung mengapit lengan pria Papua itu.

"Hei, hei, kenapa? Kenapa? Kau mabuk, kau? Kau mabuk, kau? Kau mabuk?" tanya salah satu oknum TNI AU kepada pria Papua tersebut.

Kemudian dua oknum TNI AU itu membawanya ke tepi jalan dan di situlah insiden penginjakan itu terjadi. Yang satu menidurkannya ke aspal, dan yang satu lagi menginjak kepalanya.