Baca-Berita.com - Belakangan ini polisi diketahui sedang mengusut kasus kecelakaan yang melibatkan sebuah truk yang melindas seorang ABG di Bekasi.

ABG tersebut kala itu mencoba menghentikan truk yang sedang melaju dengan maksud membuah video TikTok.

Dilihat dari Kacamata Pengamat Pendidikan

Pengamat pendidikan Ina Liem menyebut ada sejumlah faktor yang membuat para ABG membuat konten berbahaya. Salah satu faktornya yakni kebosanan karena pandemi virus corona yang tak kunjung menghilang.

"Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab. Di masa pandemi ini saya amati banyak anak stres sebetulnya. Ungkapan stres ini bisa berbagai macam bentuknya, ada yang jadi lebih sensitif, mudah nangis, ada yang marah-marah, ada yang cari perhatian ke luar bisa lewat sosmed," kata Ina Liem saat dihubungi Indozone, Jumat (16/7/2021).

Ina menyebut pandemi virus corona bisa berdampak secara langsung maupun tidak langsung. Namun, pada dasarnya dia menyebut anak-anak memiliki sifat ingin eksis.

"Pada dasarnya memang tipe anak yang suka eksis, tapi karena pendidikan karakter di sekolah dan di rumah tidak berjalan maksimal, jadinya seperti itu," beber Ina.

Dilihat dari Kacamata Psikolog

Psikolog Klinis Forensik Kasandra Putranto menyebut perubahan pola kehidupan anak-anak menjadi remaja kerap dianggap aneh bagi orang dewasa lainnya. Remaja yang tewas karena membuat konten video tersebut diketahui memasuki masa remaja atau dewasa.

"Pada dasarnya, remaja mengalami transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan peningkatan hormon secara pesat, yang bertanggung jawab terhadap dorongan impuls yang menggebu-gebu namun, kapasitas pengambilan keputusan mereka masih terbatas karena perkembangan otak mereka belum maksimal," kata Kasandra.

"Hal inilah yang kerap menjadi alasan keunikan perubahan perilaku remaja yang mendadak dan dirasakan unik atau aneh bagi orang dewasa," sambungnya.

Senada dengan Ina, Kasandra menyebut pandemi virus corona memberikan efek kepada ABG. Karena hal itulah para anak-anak atau ABG tertarik dalam dunia maya termasuk membuat video-video ataupun konten di media sosial dengan tujuan agar konten mereka menjadi viral.

"Pandemi ikut memberikan efek jenuh yang berpotensi memicu tekanan tersendiri termasuk tekanan ekonomi di samping juga peran digitalisasi atau IT yang membuat remaja beralih kepada aktivitas di dunia untuk memperoleh kesenangan yang memberikan gimmick keuntungan dan ketenaran semakin memotivasi mereka untuk membuat konten-konten heboh demi mengejar keberhasilan menjadi viral," pungkas Kasandra.

 

Sumber : indozone.id