Baca-Berita.com - Baru-baru ini sebuah insiden mengerikan terjadi di Harris Country, Texas, AS. Mayat seorang anak laki-laki berusia 9 tahun ditemukan membusuk di dalam rumahnya. Kian memprihatinkan lagi, mayat tersebut ditemukan bersebelahan dengan tiga saudaranya yang dalam kondisi kelaparan.

Ketiga anak itu harus hidup dengan mayat saudaranya selama hampir satu tahun usai sang ibu pergi mengikuti kekasihnya. Berdasarkan informasi dari polisi setempat, pada 24 Oktober ada seorang anak laki-laki yang berusia 15 tahun menelepon polisi memberitahu bahwa ia tinggal disebuah apartemen.

Anak itu bercerita bahwa ia tinggal bersama dua saudara lelaki lainnya yang masing-masing berusia 10 tahun dan 7 tahun tanpa ditemani orang tua mereka selama berbulan-bulan. Dia kemudian mengatakan, salah satu saudaranya telah meninggal bahkan tubuhnya telah membusuk.

Ketika polisi tiba, mereka menemukan ketiga anak itu masih hidup namun dalam keadaan sangat kelaparan hingga kekurangan gizi. Ada pula sejumlah luka di sekujur tubuh mereka. Setelah itu, ketiga anak tersebut dibawa ke pemeriksaan medis dan perawatan kesehatan.

Sumber mengatakan pada ABC13 bahwa salah satu bocah yang berusia 7 tahun mengalami patah tulang wajah. Kian mengerikan saat polisi menemukan tubuh anak laki-laki berusia 9 tahun telah membusuk di apartemen itu.

Kantor Pemeriksa Medis Harris County mengatakan korban menderita beberapa luka akibat benda tumpul hingga membuatnya meninggal. Mayat anak malang itu dibiarkan begitu saja selama hampir satu tahun di apartemen tersebut.

Trevor Thompson, seorang tetangga apartemen mengungkap memang ia melihat jika seperti tak ada tanda-tanda kehidupan di sana. "Beberapa kali saya perhatikan bahwa lampu tidak menyala dan lantasi atas sepi, jadi saya kira ada masalah karena orang tua anak-anak itu tidak ada di sana untuk sementara waktu.

Suatu hari, salah satu dari bocah itu mengetuk pintu saya dan bertanya apakah dia bisa meminjam satu set pakaian bersih, jadi kami sudah saling kenal sejak itu. Saya juga mulai membawakan makanan untuk anak-anak itu."

Beberapa tetangga lainnya mengaku tidak menghubungi polisi karena tidak menyadari ada kejanggalan di apartemen tersebut. Kepala polisi Ed Gonzalez mengatakan bahwa para anak itu hidup dalam kondisi yang sangat buruk.

"Sesuatu seperti ini benar-benar membuat saya terkejut." Bob Sanborn, Presiden Badan Amal Anak-Anak di negara bagian Texas mengatakan, pandemi telah memperburuk situasi bagi anak-anak.

Sementara itu, polisi telah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut dan menangkap dua orang, Gloria Williams (35) yang tak lain adalah ibu para anak tersebut, dan Brian Coulter (31) kekasihnya. Gloria didakwa menyebabkan cedera pada seorang anak, gagal memberikan perawatan medis, dan gagal memberikan pengawasan yang memadai bagi anak-anak tersebut.

GRD